HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

PSM Tumbang 2-4 dari Persita, Amiruddin Pasang Badan Saat Tomas Trucha Tak Mendampingi

TEROPONGGOWA.COM, PAREPARE Atmosfer kecewa menyelimuti Stadion BJ Habibie, Senin (2/3/2026) malam. PSM Makassar harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 2-4 pada pekan ke-24 Super League 2025/2026.


Laga yang awalnya berjalan manis berubah menjadi malam penuh tekanan. Situasi memanas setelah pertandingan usai. Sejumlah suporter turun ke lapangan dan menghadang pemain yang hendak menuju ruang ganti.


Konferensi pers bahkan baru digelar sekitar pukul 00.15 Wita, Selasa (3/3/2026). Pelatih kepala Tomas Trucha tak tampak dalam sesi tersebut. Posisi diwakili asisten pelatih Amiruddin, didampingi winger Rezky Eka Pratama.


“Kami Tidak Membela Diri”

Dalam pernyataan pembukanya, Amiruddin menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan suporter.


“Saya mewakili pelatih, pemain, dan manajemen memohon maaf sebesar-besarnya. Kami tidak akan membela diri atau melindungi pemain,” ujarnya.


Ia mengaku kecewa dengan performa tim yang dinilai jauh dari ekspektasi. Menurutnya, apa yang ditunjukkan saat latihan tidak sejalan dengan performa di pertandingan.


“Di latihan kami sudah menganalisis dan merasa siap. Tapi kenyataannya berbeda. Kami cetak dua gol, ada progres, tapi kebobolan empat. Yang kami butuhkan sekarang adalah poin,” katanya.


Amiruddin menegaskan pihaknya menerima kritik tanpa mencari pembenaran.


“Silakan suporter menyalahkan kami, itu wajar. Kami kalah.”


Ia juga menepis bayang-bayang degradasi.


“Kami tidak ingin tercatat sebagai skuad yang membawa PSM terdegradasi. Insya Allah kami akan terus berjuang.”


Di sampingnya, Rezky Eka Pratama tampak emosional. Dengan mata berkaca-kaca, ia turut menyampaikan permohonan maaf.


“Saya mewakili teman-teman meminta maaf. Ini bukan hasil yang kami inginkan. Percayalah, kami tidak ingin PSM degradasi. Tapi kami kembali kalah,” ucapnya lirih.


“Suporter Turun ke Lapangan”

Kekalahan tersebut memicu kekecewaan mendalam dari pendukung. Ratusan suporter turun ke lapangan usai peluit panjang berbunyi dan menghadang para pemain. Hanya Tomas Trucha yang lebih dulu masuk ke ruang ganti.


Sekitar 25 menit para pemain tertahan di lapangan. Suporter meluapkan emosi, mempertanyakan janji kemenangan di kandang serta menyinggung nilai Siri’ Na Pacce yang dianggap tak tercermin dalam permainan tim.


“Sempat Unggul, Berakhir Terpukul”

PSM sebenarnya memulai laga dengan baik. Penalti Yuran Fernandes pada menit ke-9 dan sundulan Aloisio Neto Soares di menit ke-26 membawa tuan rumah unggul dua gol.


Namun keunggulan itu sirna dalam waktu singkat. Persita memperkecil ketertinggalan lewat penalti Aleksa Andrejic menit ke-35 dan menyamakan skor melalui Pablo Ganet dua menit kemudian.


Di babak kedua, Royco Rodriguez membawa tim tamu berbalik unggul pada menit ke-75. Aksi individu Hokky Caraka di menit ke-88 memastikan kemenangan 4-2 untuk Persita.


Hasil ini memperpanjang tren negatif PSM. Dalam 12 laga terakhir, skuad asuhan Tomas Trucha hanya meraih satu kemenangan, sembilan kekalahan, dan dua hasil imbang.


Rekor kandang pun memburuk. Enam pertandingan terakhir di Parepare berakhir tanpa kemenangan. Terakhir kali PSM menang di BJ Habibie saat menundukkan PSBS Biak pada pekan ke-13, 21 November 2025.


Kini, tekanan semakin besar. Ancaman papan bawah dan degradasi mulai membayangi. Malam di Parepare menjadi saksi betapa berat beban yang harus dipikul skuad Juku Eja.