Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Andi Aslinda: Kepercayaan Kemendiktisaintek Menjadi Penyemangat UNM di Usia ke-65 Tahun
TEROPONGGOWA.COM,MAKASSAR – Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada UNM sebagai penyelenggara Pelatihan Fasilitator Pembelajaran Transformatif sekaligus salah satu pilot project nasional pengembangan program tersebut.
Menurut Prof. Andi Aslinda, kepercayaan tersebut bukan sekadar penugasan, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap kualitas sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan UNM dalam mendukung transformasi pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menutup Pelatihan Fasilitator Pembelajaran Transformatif di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (30/7/2026).
Ia menyampaikan penghargaan kepada Kemendiktisaintek yang terus memberikan ruang bagi UNM untuk berkontribusi dalam agenda strategis nasional di bidang pendidikan tinggi.
"Atas nama pimpinan Universitas Negeri Makassar, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada UNM. Amanah ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk terus menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berdampak bagi pendidikan tinggi Indonesia," ujar Prof. Andi Aslinda kepada media (30/7/2026).
Menurutnya, kepercayaan tersebut memiliki makna yang semakin istimewa karena hadir bertepatan dengan Dies Natalis ke-65 Universitas Negeri Makassar. Momentum tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan kontribusi UNM bagi bangsa.
"Di usia ke-65 tahun, kepercayaan ini menjadi hadiah yang sangat bermakna bagi UNM. Ini menunjukkan bahwa kerja keras sivitas akademika mendapat pengakuan di tingkat nasional. Semoga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia," jelas guru besar kebijakan publik UNM ini.
Prof. Andi Aslinda menjelaskan, penunjukan UNM sebagai penyelenggara sekaligus pilot project nasional tidak diperoleh secara instan. Perguruan tinggi yang terlibat harus melalui proses seleksi yang ketat, baik dari aspek kelayakan program maupun kesiapan sumber daya manusia.
"Program ini tidak gampang didapatkan. Ini sangat penting untuk peningkatan kapasitas dosen dalam pembelajaran transformatif. Dari awal memang melalui proses seleksi yang ketat," ujarnya.
Ia mengungkapkan, ketika program tersebut pertama kali dilaksanakan, hanya sedikit perguruan tinggi yang dipercaya menjadi penyelenggara. Kembalinya UNM memperoleh amanah pada tahun ini menunjukkan bahwa kualitas penyelenggaraan program dan kompetensi sumber daya manusia kampus mendapat pengakuan dari Kemendiktisaintek.
Menurutnya, keterlibatan tersebut merupakan aset strategis bagi UNM. Dosen yang mengikuti program dipersiapkan menjadi fasilitator yang mampu mendampingi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berpusat pada mahasiswa.
"Ini menjadi aset yang sangat besar bagi UNM dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dosen. Kami berharap kontribusi ini semakin memperkuat posisi UNM sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional," tutup Prof. Andi Aslinda.
Pelatihan Fasilitator Pembelajaran Transformatif berlangsung selama empat hari, 27–30 Juli 2026, dan diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi dari para pakar Pembelajaran Transformatif Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemendiktisaintek, termasuk Ketua Tim Pakar SSPT, Dr. Uwes Anis Chaeruman, M.Pd., serta sejumlah fasilitator nasional lainnya. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, sekaligus menjadi bagian dari agenda nasional transformasi pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) dan Learning Management System (LMS) Direktorat SSPT Kemendiktisaintek.
