HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

PSM Makassar Dihantam Sanksi Bertubi-tubi, Dari Ban FIFA hingga Denda Ratusan Juta

TEROPONGGOWA.COM, MAKASSAR Kabar kurang menggembirakan kembali menyelimuti klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar. Di tengah kekecewaan suporter akibat performa tim yang tengah menurun, manajemen Pasukan Ramang kini harus menghadapi rangkaian sanksi berat.


Selain hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, PSM juga dijatuhi registration ban oleh FIFA yang menambah daftar persoalan yang harus dihadapi Juku Eja pada pekan kedua Maret 2026.



1. FIFA jatuhkan larangan pendaftaran pemain tiga periode

Informasi mengejutkan datang dari laman resmi FIFA yang merilis daftar klub dengan sanksi registration ban. Dalam daftar tersebut, PSM Makassar tercatat mulai menjalani hukuman sejak 9 Maret 2026.


Sanksi itu membuat PSM tidak diperbolehkan mendaftarkan pemain baru, baik pemain lokal maupun asing, selama tiga periode bursa transfer.


FIFA tidak merinci secara spesifik penyebab hukuman tersebut. Namun, dalam sejumlah kasus sebelumnya, sanksi serupa biasanya berkaitan dengan persoalan finansial, seperti tunggakan pembayaran hak pemain maupun staf.



2. Komdis PSSI jatuhkan tiga sanksi, total denda Rp150 juta


Selain sanksi dari FIFA, PSM juga harus menerima tiga hukuman dari Komdis PSSI akibat sejumlah insiden yang terjadi saat laga melawan Persita Tangerang pada 2 Maret lalu.


Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komdis PSSI nomor 181, 182, dan 183, PSM dikenai beberapa sanksi sebagai berikut:


  • Masuk Lapangan: Sekitar 100 suporter dilaporkan memasuki area lapangan dari tribun selatan usai pertandingan. Pelanggaran ini membuat PSM didenda Rp60 juta.
  • Flare dan Pembakaran: Aksi menyalakan dua flare serta pembakaran spanduk di area lapangan berujung tambahan denda Rp60 juta.
  • Pelemparan Botol: Insiden pelemparan botol air minum kemasan di area belakang bangku cadangan tim juga berujung denda Rp30 juta.



Secara keseluruhan, PSM Makassar harus membayar denda sebesar Rp150 juta akibat pelanggaran disiplin yang terjadi dalam satu pertandingan tersebut.



3. Dipicu kekecewaan suporter atas hasil buruk


Serangkaian pelanggaran yang dilakukan suporter diduga dipicu kekecewaan terhadap hasil pertandingan. Dalam laga kontra Persita Tangerang itu, PSM harus menelan kekalahan 2-4 di kandang sendiri.


Padahal, Juku Eja sempat unggul dua gol lebih dulu melalui eksekusi penalti Yuran Fernandes serta gol dari Aloisio. Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Persita berhasil membalikkan keadaan.


Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif PSM Makassar di kompetisi BRI Super League 2025/2026, yang kemudian memicu reaksi keras dari sebagian suporter.