Camat Tompobulu Muh. Akbar Tola Disorot, Warga Desak Pemkab Gowa Turun Tangan
TEROPONGGOWA.COM, GOWA – Camat Tompobulu, Muh. Akbar Tola, S.E, menjadi sorotan sejumlah warga di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hal ini lantaran camat tersebut dinilai jarang berada di Kantor Kecamatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat disebut kurang maksimal.
Sejumlah warga mengaku sering datang ke kantor kecamatan untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Namun, mereka kerap tidak dapat menemui camat karena yang bersangkutan tidak berada di tempat.
“Kalau ke kantor kecamatan, jarang sekali ada camat. Kalaupun datang, biasanya tidak lama,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut penuturan warga, kehadiran Camat Tompobulu di kantor disebut hanya berlangsung singkat. Bahkan, terkadang tidak sampai dua jam sebelum kembali meninggalkan kantor.
“Kadang datang sebentar saja, tidak sampai dua jam sudah tidak ada lagi di kantor. Jadi masyarakat yang ingin bertemu langsung sering tidak sempat,” kata warga lainnya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan tanda tangan camat untuk keperluan administrasi tertentu. Kondisi tersebut dinilai memperlambat proses pengurusan dokumen yang memerlukan persetujuan pimpinan kecamatan.
“Kalau butuh tanda tangan pak camat, cukup sulit. Karena beliau jarang ada di kantor, urusan masyarakat sering tertunda,” ungkap salah seorang warga.
Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp, Camat Tompobulu Muh. Akbar Tola, S.E menjelaskan bahwa dirinya tetap menjalankan tugas pelayanan di lapangan.
Ia menyebut pada hari Selasa hingga Kamis dirinya lebih banyak melakukan kegiatan di wilayah kecamatan, termasuk berkeliling menemui masyarakat serta mengikuti sejumlah agenda kegiatan.
“Selasa, Rabu, Kamis saya di atas pelayanan, keliling wilayah. Tarawih juga kegiatan saya minggu ini,” tulisnya melalui pesan singkat.
Menanggapi anggapan bahwa dirinya jarang berada di kantor, ia menegaskan bahwa penilaian tersebut muncul karena kurangnya pemahaman terhadap tugas yang dijalankannya.
“Kalau ada yang bilang saya malas, berarti dia tidak paham,” tegasnya.
Camat Tompobulu juga mengirimkan beberapa foto kegiatan saat dirinya berada di tengah masyarakat sebagai bukti aktivitas di lapangan.
Namun demikian, menurut keterangan sejumlah warga, foto yang dikirimkan tersebut diduga merupakan dokumentasi kegiatan lama dan bukan kegiatan yang baru berlangsung.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Gowa dapat memberikan perhatian terhadap keluhan masyarakat terkait pelayanan di Kecamatan Tompobulu.
Mereka juga berharap adanya evaluasi atau teguran kepada camat agar pelayanan administrasi yang membutuhkan kehadiran pimpinan kecamatan dapat berjalan lebih optimal.
Masyarakat berharap dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah, pelayanan publik di Kecamatan Tompobulu dapat semakin baik dan tidak lagi menyulitkan warga.
