Kunjungi Biringbulu, Wabup Gowa Darmawangsyah Muin Realisasikan Perbaikan Jalan
Februari 28, 2026
TEROPONGGOWA.COM, GOWA – Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur dipangkas hingga Rp340 miliar akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Kabupaten Gowa memastikan pembangunan tetap berjalan. Kecamatan Biringbulu ditegaskan sebagai salah satu wilayah prioritas.
Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat Safari Ramadan di Desa Taring, Jumat (27/2/2026). Ia menegaskan keterbatasan fiskal tidak boleh menghambat pembangunan dasar yang menyangkut kebutuhan masyarakat.
“Kami tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Biringbulu. Secara bertahap, wilayah ini dan kecamatan lainnya akan kami tuntaskan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program One Day One District yang diinisiasi Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang bersama Wakil Bupati Darmawangsyah Muin (Hati Damai). Program ini dirancang agar pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat dan memastikan kebijakan berjalan nyata di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Darmawangsyah menyebut tingkat kepuasan publik terhadap satu tahun pemerintahan Hati Damai mencapai 80 persen dengan kategori sangat puas. Ia mengakui dampak pembangunan belum sepenuhnya terlihat secara fisik, namun tahun ini fokus diarahkan pada penguatan sektor infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan daerah.
Untuk tahun 2025, anggaran pembangunan di Biringbulu mencapai Rp8,5 miliar. Rinciannya meliputi pengaspalan Jalan Lauwa sepanjang 1 kilometer, peningkatan Jalan Poros Tonrorita 808 meter senilai Rp3 miliar, Jalan Desa Taring Rp1 miliar, pembangunan jalan dan drainase Rp624 juta, ruas Julukanaya–Lauwa Rp1,5 miliar, penanganan longsegmen Jalan Desa Pencong Rp1,2 miliar, serta pembangunan infrastruktur Dusun Buakayu Desa Baturappe Rp1,3 miliar.
Sementara untuk 2026, sejumlah ruas kembali diprogramkan dengan total anggaran lebih dari Rp6 miliar. Di antaranya Dusun Lappara Rp1,5 miliar, Poros Malonjo–Romangloe Rp1 miliar, Bontotene–Julukanayya Rp1,6 miliar, serta Baturappe–Berutallasa Rp1,6 miliar.
Di sektor cipta karya, Pemkab juga mengalokasikan anggaran untuk drainase Desa Baturappe Rp200 juta, paving blok jalan lingkungan Rp185 juta, serta pengairan dan drainase Biringbulu Rp149 juta.
“Kami optimistis kebutuhan infrastruktur di Biringbulu dapat terpenuhi secara bertahap. Wilayah ini punya kedekatan emosional bagi saya dan kami berkomitmen memperjuangkan pembangunan yang merata,” tambahnya.
Selain memaparkan program pembangunan, Wakil Bupati turut menyerahkan bantuan tunai untuk Masjid Ar Rahman Desa Taring dan Masjid Nur Rahman Desa Parangloe, paket sembako bagi masyarakat miskin ekstrem, serta bantuan bibit padi bagi petani.
Ia menegaskan Program One Day One District bukan sekadar agenda Ramadan, melainkan komitmen yang telah dijalankan sejak sebelum pelantikan, dengan rutin menyapa masyarakat di seluruh kecamatan.
Beberapa program prioritas yang dijanjikan saat kampanye juga mulai direalisasikan, seperti program pendidikan gratis Gowa Caradde’ melalui pembagian seragam SD dan SMP, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Meski demikian, ia mengakui masih ada persoalan yang perlu dibenahi, terutama terkait kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) akibat perubahan desil data.
“Kami terus memperjuangkan persoalan KIS ini hingga tingkat provinsi dan pusat. Dinas Kesehatan siap membantu agar masyarakat kembali memperoleh layanan kesehatan yang layak,” tegasnya.
Camat Biringbulu Muhammad Natsir mengapresiasi perhatian Pemkab Gowa. Ia menilai bantuan masjid, sembako, hingga bibit pertanian menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap warga, khususnya kelompok miskin ekstrem dan petani.
Warga Desa Taring, Baddu, juga menyambut baik komitmen pembangunan tersebut. Ia berharap persoalan drainase yang dinilai mendesak dapat segera ditangani.
“Kami berharap drainase di desa kami bisa segera diperbaiki karena sangat penting,” ujarnya.
Kunjungan ditutup dengan salat tarawih berjamaah di Masjid Nur Rahman Desa Parangloe bersama Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab dan jajaran pimpinan SKPD.
